KELANGKAAN REMPAH-REMPAH
SIDOARJO-
Diduga dampak dari penyebaran Covid-19 di Indonesia membuat rempah-rempah
melonjak naik. Iis (40) salah satu pedagang rempah-rempah di pasar Banjarkemantren
mengaku “sejak merebaknya Covid-19 barang dagangannya ramai diserbu pembeli”,kata
Iis penjual rempah-rempah, saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2020). Sama halnya
dengan ibu rumah tangga keluhkan kelangkaan rempah-rempah.
Rempah-rempah seperti jahe, kunyit,
temulawak, sere, kencur dan kunci ramai dicari karena diyakini dapat menangkal
virus tersebut. Pedagang yang sudah lama berjualan rempah-rempah mengatakan
harga jahe naik dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg. Sedangkan
kunyit menjadi Rp15 ribu per kg, temulawak menjadi Rp18 ribu per kg, sere
menjadi Rp 8 ribu per kg, kencur menjadi Rp 80 ribu per kg, dan kunci menjadi
Rp 12 ribu per kg.
Aksi borong rempah-rempah sangat
mengganggu para ibu rumah tangga, dikarenakan sejumlah rempah yang akan
dijadikan memasak sehari-hari mengalami kelangkaan. Maka dari itu, para ibu
rumah tangga harus memutar otak agar bisa memasak, jadi sekarang beralih pada
bumbu instan.
Kelangkaan sejumlah rempah-rempah yang
terjadi di pasar Banjarkemantren merupakan kejadian di tengah pandemi virus Covid-19 di Indonesia. Maka
dari itu, masyarakat diminta untuk bersikap bijaksana dan tetap tenang, jangan
egois dengan memborong semua bahan untuk diri sendiri, berkonsumsilah secara
wajar. Apalagi, hal ini dapat memicu kelangkaan bahan pangan.
Devi Eka Aprillita
Jurnal IV-A
1813211026

Komentar
Posting Komentar